Kakao Edel, Finest Cocoa Variety

1,130 kali dilihat, 12 kali dilihat hari ini

Siapa yang tidak tahu cokelat? beragam menu makanan dan minuman lezat banyak yang terbuat dari olahan cokelat. Tentu semua tahu jika cokelat yang lezat itu berasal dari buah bernama kakao. Tapi tahukah kamu, kalau kakao terbaik di dunia berada di Indonesia?

Namanya kakao edel. Jenis kakao dengan kualitas terbaik di dunia ini bisa kamu temukan di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Banyuwangi. Tepatnya di Perkebunan Kendeng Lembu, Kecamatan Glenmore, yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII. Kakao edel disebut juga fine cocoa atau kakao mulia.

Kakao edel itu memang kakao yang banyak digunakan untuk produk-produk tertentu bisa kosmetik, konsumsi, dan lain-lain. Kenapa dibilang lebih mahal? Karena (edel) punya cita rasa sendiri yang tidak sama dengan kakao biasa, dan treatment-nya juga berbeda sama kakao biasa.

Jenis kakao ini memerlukan teknik budidaya yang intensif. Dibandingkan kakao lain, budidaya edel membutuhkan perlakuan khusus. Edel memiliki kualitas terbaik karena asalnya yang merupakan persilangan dari beberapa varietas kakao. 

Mengutip Jurnal Universitas Udaya, tanaman kakao terdiri atas tiga varietas utama, yakni criollo, forastero, dan trinitario. Varietas criollo hanya terdapat sekitar 10 persen di seluruh dunia seperti di Venezuela, Ekuador, Kolombia, dan Indonesia.

Sementara varietas forastero merupakan mayoritas tanaman kakao dunia yang dapat dijumpai di negara-negara Afrika dan Asia Tenggara termasuk Indonesia yang dikenal sebagai penghasil biji kakao bulk atau disebut juga dengan nama kakao lindak.

Lalu ada varietas trinatario yang merupakan persilangan antara criollo dan forastero. Varietas criollo, trinitario, dan persilangannya inilah yang dikenal sebagai penghasil biji kakao edel.

PTPN XII merasa terpanggil dan berusaha untuk melestarikan plasma nutfah Kakao Edel. Meskipun potensi produksinya rendah dan rentan terhadap serangan hama dan penyakit, Kakao Edel memiliki harga jual premium. Citarasanya enak, warna cokelatnya cerah, mild flavor, fruity, sweet, dan spicy. Alhasil, biji Kakao Edel sering digunakan sebagai pencerah dan sumber citarasa pada makanan berbahan baku cokelat.

Sejarah Kakao Edel di bumi Nusantara terentang panjang. Masuk ke Indonesia sejak 1560, dibawa oleh orang Spanyol yang mendarat di Sulawesi. Jenis Criolo Venezuela inilah yang kemudian menjadi moyang dari klon Djati Roenggo (DR), varietas Kakao Edel yang dibudidayakan oleh Doesoen Kakao, Kebun Kendenglembu. Klon ini berhasil di muliakan oleh C.J.J. Van Hall – peneliti dari Cacao Proefstation de Salatiga – Balai Penelitian Kakao Salatiga – pada tahun 1912. Sampai saat ini, varietas yang bertahan adalah DR1, DR2, DR 38. Semuanya di budidayakan oleh Doesoen Kakao, Kebun Kendenglembu.

Budidaya Kakao Edel di Kebun Kendenglembu dilakukan dengan menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Manufacturing Practices (GMP) untuk memperoleh mutu produk dengan karakter spesifik dan konsisten serta mempunyai keunggulan kompetitif sebagai Specialty Java A Light Breaking Cocoa.

Quality Specification

Specification of Java A Light Breaking Cocoa

Name of Product: Java A Light Breaking Cocoa

Tak heran, saat ini banyak yang memburu produk biji Kakao Edel Kendenglembu. Pembeli dari USA, Jerman, Jepang, Belanda, Thailand, Singapura, Malaysia berlomba-lomba meminangnya dengan mahar yang cukup fantastis, $7,2 per kilogram biji kering kualitas I-AA-FC/W, dengan bean count per 100 gram max 85, Dark Bean < 20, dan kadar air max 7,5 %.