Karet Ribbed Smoked Sheet (RSS)

68 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tanaman karet (Hevea brasiliensis) termasuk dalam famili Euphorbiacea, disebut dengan nama lain rambung, getah, gota, kejai ataupun hapea. Karet merupakan salah satu komoditas perkebunan yang penting sebagai sumber devisa non migas bagi Indonesia, sehingga memiliki prospek yang cerah. Upaya peningkatan produktivitas tanaman tersebut terus dilakukan terutama dalam bidang teknologi budidaya dan pasca panen.

Agar tanaman karet dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan lateks yang banyak maka perlu diperhatikan syarat-syarat tumbuh dan lingkungan yang diinginkan tanaman ini. Apabila tanaman karet ditanam pada lahan yang tidak sesuai dengan habitatnya maka pertumbuhan tanaman akan terhambat. Lingkungan yang kurang baik juga sering mengakibatkan produksi lateks menjadi rendah. Sesuai habitat aslinya di Amerika Selatan, terutama Brazil yang beriklim tropis, maka karet juga cocok ditanam di Indonesia, yang sebagian besar ditanam di Sumatera Utara dan Kalimantan.

Sejak dekade 1980 hingga saat ini tahun 2017, permasalahan karet Indonesia adalah rendahnya produktivitas dan mutu karet yang dihasilkan, khususnya oleh petani karet rakyat. Sebagai gambaran produksi karet rakyat hanya 600 – 650 kg KK/ha/thn. Meskipun demikian, peranan Indonesia sebagai produsen karet alam dunia masih dapat diraih kembali dengan memperbaiki teknik budidaya dan pasca panen/pengolahan, sehingga produktivitas dan kualitasnya dapat ditingkatkan secara optimal.

Secara umum ada dua jenis karet, yaitu karet alam dan karet sintetis. Setiap jenis karet mempunyai/memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga keberadaannya saling melengkapi. Saat ini karet yang digunakan di Industri terdiri dari karet alam dan karet sintetis. Adapun kelebihan yang dimiliki karet alam adalah:

1.   memiliki daya lenting dan daya elastisitas yang tinggi,

2.   memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah.

3.   mempunyai daya aus yang tinggi.

4.   tidak mudah panas (low heat build up) dan memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakan (groove cracking resistance).

Untuk kualitas produk karet yang dihasilkan PTPN XII dengan Grade RSS1 melalui pengelolaan teknik budidaya dan diolah secara Smoked Sheet Process yang memperhatikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, GAP, dan GMP.

Areal Tanaman karet yang dikelola berada di Kebun Tretes, Gunung Gambir, Zeelandia, Banjarsari, Renteng, Mumbul, Kottablater, Kalisanen, Glantangan, Sumber Tengah, Kendenglembu, Kalirejo, Kalisepanjang, Kalikempit, Sumber Jambe, Sungai Lembu, dan Pasewaran