ASMOSYS – Produk Inovasi Mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem UGM mendapat Perunggu di Agricultural Engineering Annual Regional Convention 2019 Malaysia

8,642 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini

Kelantan, 24 September 2019. Produk Inovasi Mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem UGM, ASMOSYS : AGRICULTURE SMART MONITORING SYSTEM, berhasil mendapatkan medali perunggu di ajang Kompetisi Product Innovation di Agricultural Engineering Annual Regional Convention (ARC) 2019, kompetisi tahunan mahasiswa Teknik Pertanian se-ASEAN, yang diselenggarakan pada 22-25 September 2019 di Politeknik Kota Bharu, Malaysia.

ASMOSYS dikembangkan oleh tim yang beranggotakan M. Soleh Hidayat, Abipraya Wibawa Jati, dan Anjar Firmansyah di Smart Agriculture Research, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian UGM dibawah bimbingan Dr. Andri Prima Nugroho.

ASMOSYS sendiri adalah inovasi sistem monitoring kondisi lingkungan yang merupakan pengembangan lanjut dari Automatic Weather Station (AWS), stasiun cuaca otomatis, guna mendukung penerapan konsep pertanian presisi. Dengan peralatan ini, petani dapat mengetahui kondisi lingkungan di lahan secara spesifik setiap saat secara real time.

Komponen utama dari peralatan ini adalah Local management sub-sistem (LMS), yang terdiri dari microcontroller yang menangani sensor lingkungan dan transmisi data ke Global management sub-sistem (GMS). Proses pengiriman data dari LMS ke GMS menggunakan jaringan seluler yang memungkinkan akses dan pemasangan di areal pertanian. Pengelolaan data dilakukan menggunakan cloud system yang memberikan kemudahan akses serta pengolahan data lebih lanjut misalnya untuk peramalan dan estimasi kehilangan air.

Adapun keunggulan dari sistem yang dikembangkan ini adalah penambahan fitur integrasi dengan sistem cloud, penggunaan sensor lingkungan yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan operasional budidaya tanaman, skenario antisipasi ketidakstabilan jaringan transmisi data, swa-energi dan modul analisis seperti estimasi dan peramalan evaportranspirasi.

Produk inovasi ini telah bersaing dan berhasil masuk tiga besar dengan menyisihkan 24 produk lain dari beberapa perwakilan universitas dari empat negara yang hadir, seperti Malaysia, Thailand, Philipine, dan Indonesia.

“Alhamdulilah produk yang kami ajukan bisa masuk tiga besar, kami tidak menyangka akan sampai sejauh ini, mengingat persiapan peralatan dan produk yang kami bangun masih perlu penyempurnaan lebih lanjut” ujar Soleh, pasca penyerahan medali perunggu oleh Prof. Rosnah Shamsudin, President of Malaysian Soceity of Agricultural Machinery and Food Engineering, di malam inagurasi.

Penyerahan medali oleh President Malaysian Society of Agricultural Machinery and Food Engineer, Prof. Rosnah Shamsudin dan Direktur Politeknik Kota Bharu, Tuan Kamaludin Bin Daud.

Andri Prima Nugroho sebagai pembimbing menyampaikan bahwa kompetisi Product Innovation di ARC menjadi kompetisi bergengsi, karena selain mewujudkan sebuah produk, tim harus juga harus mendemokan dan mempresentasikan di gerai pameran dihadapan juri yang berasal dari perwakilan universitas dari empat negara. “Alhamduliah produk inovasi dari UGM ini mendapatkan apresiasi dan semoga kedepannya dapat lebih ditingkatkan lagi”.

Source: https://tpb.tp.ugm.ac.id/en/2019/09/30/asmosys-produk-inovasi-mahasiswa-teknik-pertanian-dan-biosistem-ugm-mendapat-perunggu-di-agricultural-engineering-annual-regional-convention-2019-malaysia.xhtml