Manajemen Risiko

Program penerapan manajemen risiko bertujuan agar perusahaan dapat memberikan nilai tambah seoptimal mungkin baik bagi perusahaan maupun bagi stakeholder (para pemangku kepentingan). Pencapaian tujuan tersebut bukanlah hal yang mudah dan akan menemui ketidakpastian  yang berasal dari lingkungan internal maupun eksternal perusahaan. Ketidak pastian ini dapat memberi pengaruh positif maupun negatif, dimana pengaruh positif  dari ketidak pastian dapat  menjadi peluang  dan pengaruh negatif dapat menjadi risiko.

 

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menerbitkan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara  Nomor : PER -01/MBU/2011 tentang penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Dalam pasal 25 pada peraturan tersebut telah diatur mengenai kewajiban bagi BUMN untuk menerapkan manajemen risiko sebagai bagian dari pelaksanaan GCG. Direksi dalam setiap pengambilan keputusan/tindakan harus mempertimbangkan risiko. Karena itu Direksi wajib membangun dan melaksanakan program manajemen risiko korporasi secara terpadu yang merupakan bagian dari pelaksanaan program GCG.

Dalam rangka mewujudkan komitmen terhadap manajemen risiko, maka manajemen perusahaan akan :

a.      Menjadikan manajemen risiko sebagai bagian yang integral dan membudaya dalam praktik bisnis dan pengambilan keputusan perusahaan  sehingga secara berkesinambungan  mampu mendukung  tercapainya sasaran perusahaan melalui pengelolaan risiko.

b.     Melakukan monitoring secara aktif atas kondisi lingkungan internal dan eksternal perusahaan dengan melakukan identifikasi dan analisis terhadap permasalahan yang timbul serta memberikan perlakuan  risiko yang sesuai dengan risk appetite perusahaan.

 

c.       Melakukan konsultasi dan komunikasi secara efektif dan terbuka mengenai penerapan manajemen risiko baik di internal perusahaan maupun dengan stakeholders.

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter