Ini Strategi PTPN Genjot Produksi Teh

Yogyakarta - Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor perkebunan, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) (PTPN III), melakukan sejumlah perbaikan untuk meningkatkan produktivitasnya. PTPN ingin meningkatkan produksi di sektor perkebunan yang di kelolanya dan juga memetakan aset yang dimilikinya.

Direktur Utama Holding Company PTPN III Elia Massa Manik mengatakan PTPN memiliki lahan seluas 1,18 juta hektar yang tersebar di Indonesia. Dari luas tersebut yang ditanami berbagai komoditi sebesar 833 ribu hektar.

Sisanya yang tidak ditanami digunakan untuk infrastruktur seperti jalan atau perkantoran. Komoditas yang ditanam terbesar adalah kelapa sawit disusul karet, tebu dan teh dan lain-lain.

Teh yang mempunyai potensi bagus akan ditingkatkan produksinya. Menurutnya, produksi teh nasional satu tahun sebesar 130 ribu ton. Dan 70 persen berada di Jawa Barat. Dari 130 ribu ribu ton sebanyak 50% dari PTPN.

"Salah satunya kualitas produktivitas yang kita harus diperbaiki. Pabrik-pabrik teh kita banyak yang sudah jadul," kata Elia pada Launching Re-design Leadership Development Program PT Perkebunan Nusantara III (persero) di Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta, Senin(9/1/2017).

Direktur Human Capital PTPN III (Persero),Seger Budiharjo, mengatakan PTPN juga melakukan pemetaan terhadap aset-aset yang dimiliki untuk dikembangkan dan dimanfaatkan secara maksimal. Aset-aset PTPN banyak yang kini sudah berada di tengah kota terutama yang ada di pulau Jawa sehingga pemanfaatanya perlu dikaji kembali.

"Kita akan maksimalkan aset, langkah sekarang kita petakan dulu mana yang cocok untuk dikembangkan,"kata Seger Budiharjo.

Total planted area yang dimiliki PTPN sebesar 817.536 hektar yang terdiri dari komoditi kelapa sawit, karet, tebu, teh, kopi, kakau, tembakau, kayu dan holtikultura. Produksi kelapa sawit dan gula mengalami peningkatan dalam kurun waktu 2013-2015.

Sebaliknya produksi teh dan gula mengalami penurunan dalam kurun waku yang sama. Produksi kelapa sawit (minyak dan inti sawit), karet, gula dan teh pada tahun 2015 berturut-turut sebesar 3,4 juta ton, 184,38 ribu ton, 1,1 juta ton dan 45 ribu ton.

 

Sumber : finance.detik.com (djok)

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter