Harga Gula ICE Merosot 1 Persen Terganjal Pelemahan Minyak Mentah

Harga gula berjangka ICE ditutup turun pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York Selasa dinihari (25/04). Harga komoditas ini mengalami pelemahan tertekan melemahnya harga minyak mentah.

Harga minyak mentah tergelincir pada akhir perdagangan Selasa dinihari (25/04), memperpanjang penurunan pekan lalu, terpicu pernyataan bearish Rusia jika tidak ada konfirmasi bahwa OPEC akan memperpanjang pemotongan produksi sampai akhir 2017.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) berakhir turun 39 sen atau 0,8 persen, menjadi $ 49,23 per barel, dari puncak intraday $ 50,22.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 33 sen menjadi $ 51,63 per barel pada pukul 2:38 pm (1838 GMT), setelah sebelumnya naik setinggi $ 52,57.

Para pedagang mengantisipasi bahwa harga minyak yang lebih rendah akan memicu produsen tebu lebih memilih mengkonversi tebu menjadi gula dibandingkan etanol, sehingga produksi gula meningkat dan semakin menekan harga gula.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Juli 2017 terpantau turun. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup turun sebesar 0,19 sen atau setara dengan 1,15 persen pada posisi 16,32 sen per pon.

Malam nanti akan dirilis data New Home Sales Maret dan CB Consumer Confidence April yang diindikasikan melemah. Jika terealisir akan menekan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga gula berjangka untuk perdagangan selanjutnya berpotensi menguat terbatas jika pelemahan dollar AS terealisir. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi menguji level Resistance pada posisi 16,80 sen dan 17,30 sen. Sedangkan level Support yang akan diuji jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 15,80  sen dan 15,30 sen.

Sumber : vibiznews.com (djk)

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter