Kopi Banyuwangi Tembus Pasar Eropa dan Amerika

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Luas wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sangat besar potensinya jika pengelolaannya disinergikan antara petani, pemerintah dan pihak ketiga saling bekerjasama. Kini Kopi Banyuwangi sudah berhasil tembus pasar Eropa dan akan dikembangkan ke pasar Amerika.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, melalui Dinas Pertanian (Disperta) Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan dan Holtikultura, kini terus memaksimalkan potensi hasil sektor perkebunan yang ada di kota Gandrung itu.

Kabid Perkebunan dan Holtikultura, Mohamad Khoiri mengatakan, potensi hasil perkebunan utamanya kopi disektor ini mampu menghasilkan 8000 ton pertahunnya dengan luas panen mencapai 9,7 hektar dari total luas lahan mencapai 11 hektar.

Selain produksi kopi melimpah dari sektor ini, dikembangkan juga pada sisi kualitas produksi. Hal itu untuk memenuhi kuota ekspor.

"Dari hasil sektor perkebunan yang melimpah seperti kopi, akan terus kita kembangkan. Awalnya, kopi hanya diekspor ke pasar Eropa. Namun, ditahun ini, kita kembangkan sampai ekspor ke Amerika," terang Khoiri, Kamis (20/4/2017).

Disisi lain, petani kopi di Banyuwangi juga diuntungkan oleh harga kopi basah yang lebih tinggi yakni Rp 5000 perkilogramnya dari harga pasaran yang berkisar antara Rp 3.500 sampai Rp 4000 rupiah.

Kopi basah yang disetorkan pada pemerintah melalui PTPN XII yang telah bekerjasama dalam meningkatkan hasil produksi dan kualitas kopi, nantinya kelompok-kelompok petani kopi juga akan mendapatkan pendampingan khusus agar kualitas kopi dapat dipertahankan.

"Untuk kebutuhan kopi lokal di Banyuwangi, pertahunnya mencapai 3 ton. Jadi, selebihnya untuk memenuhi kebutuhan kopi Nasional dan untuk sisanya diekspor ke Negara-negara di Eropa sampai Amerika," akunya.

Sumber : m.timesindonesia (djk)

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter