Harga Kakao ICE Melonjak 4,8 Persen Terpicu Kekuatiran Penurunan Panen Pantai Gading

Harga kakao berjangka ICE Futures pada akhir perdagangan Selasa dinihari (09/05) ditutup melonjak. Penguatan harga kakao terpicu kekuatiran penurunan panen Pantai Gading.

Hujan yang tidak cukup di wilayah timur dan barat penanam kakao teratas Pantai Gading dapat menyebabkan panen pertengahan April sampai September turun lebih awal, kata para petani pada hari Senin. Kondisi yang tumbuh buruk minggu lalu di semua wilayah di negara ini kecuali di selatan, di mana ada hujan lebat, kata petani.

Di wilayah barat tengah Daloa, yang menyumbang sekitar seperempat produksi nasional, para petani melaporkan satu curah hujan ringan minggu lalu yang dicampur dengan cuaca cerah.

Di akhir perdagangan dini hari tadi harga kakao berjangka kontrak Juli 2017 yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup dengan membukukan peningkatan. Harga komoditas tersebut ditutup melonjak sebesar 89 dollar atau 4,77 persen pada posisi 1.955 dollar per ton.

Malam nanti akan dirilis data JOLTs Job Openings Maret dan Wholesale Inventories Maret, yang diindikasikan melemah. Jika terealisir akan menekan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya berpotensi menguat terbatas jika pelemahan dollar AS terealisir. Namun perlu diwaspadai aksi profit taking setelah harga melonjak. Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk menembus level Resistance pada posisi 2.000 dollar. Jika level Resistance tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 2.050 dollar. Sedangkan level Support yang akan ditembus jika terjadi penurunan ada pada 1.900 dollar dan 1.850 dollar.

 

Sumber : vibiznews.com (djk)

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter