Diversifikasi usaha, PTPN XII operasikan PG Glenmore

LENSAINDONESIA.COM: PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII melakukan diversifikasi usaha lewat produksi gula. Untuk itu, PG Glenmore yang dibangun di Banyuwangi, akan beroperasi mulai 5 Juli 2017 nanti.

“Itu untuk taraf uji coba dulu selama enam hari. Setelah itu, mulai 12 Juli 2017 sudah seatle, kita komisioning ke komersial,” jelas Direktur Utama PTPN XII, Berlino Mahendra Santosa didampingi Direktur Operasional PTPN XII Anis Febriantomo dan Direktur Komersil, Hudi Prihmono di Kabupaten Malang, Selasa (06/06/2017).

Menutut Berlino, bahwa kapasitas giling PG Glenmore itu sebanyak 6.000 tone cane per day (TCD). Potensinya sebanyak 516.000 ton tebu. Itu bisa digiling selama 95-100 hari.

Dijelaskan dia, PTPN XII memiliki keunggulan dibanding PTPN lain terkait pengelolaan PG tersebut. Alasannya, lahan hak guna usaha (HGU) yang dimiliki memang cukup luas.

Apalagi, lanjut Berlino, banyak lahan karet dan kopi yang sudah berusia tua bisa dikonversi menjadi lahan tebu. “Jadi luas lahan itu yang jadi keunggulan kita,” papar dia.

Meski begitu, pihaknya menyiapkan lahan 10.000 hektare untuk lahan tebu. Nantinya akan dikembangkan menjadi 12.000 hektar dengan kapasitas giling 8.000 TCD.

Diakui Berlino, bahwa PTPN XII ikut bermain memproduksi gula karena ingin ikut mendukung ketahanan pangan. Hal itu tanpa meninggalkan usaha di bidang karet, kopi, teh dan kakao.

Kendati masih taraf permulaan di dunia produksi gula, Berlino menetapkan target rendemin sangat menggiurkan. Sebab, dia berani menarget rendemin tebu itu sampai 9,5 persen.

“Memang rendemin itu masih ada diskon sekitar 1,5 sampai 2 persen. Itu untuk tebang dan angkut. Jadi rendemin bersihnya sekitar 7,1 sampai 7,5 persen,” papar dia.

Ke depan, target rendemin itu sekitar 8,75 sampai 9 persen. “Ini karena tebu merupakan milik kita sendiri,” terang dia.

Karena itu, nantinya kapasitas giling PG Glenmore itu sekitar 900 ribu ton. Kalau rendeminnya 9 persen, maka gula yang dihasilkan minimal 81 ribu ton per tahun. “Saya kira sudah cukup besar untuk membantu pemenuhan kebutuhan gula nasional,” pungkasnya.

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter