Seragamkan Cita Rasa Kopi, PTPN XII Ajak Petani Kerja Sama

KBRN, Bondowoso : PTPN XII Kebun Blawan Desa Kalianyar Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, terus berupaya meningkatkan produktivitas kopi Arabika. Selain memperluas areal tanam, juga mengajak petani kopi rakyat agar menjual hasil panen kopinya kepada PTPN XII.

“Untuk Arabika, kita melakukan pendekatan atau pembinaan melalui Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) baik dari PTPN XII maupun dari Pertamina. Tahun ini ada Rp142 juta dana yang kita pinjamkan ke petani,” kata Asisten Kepala PTPN XII Kebun Blawan, Khubbul Wathoni.

Ia mengemukakan, kemitraan tersebut bertujuan untuk menseragamkan cita rasa kopi Arabika yang berada di kaki gunung Ijen – Raung dengan ketinggian 1.200 hingga 1.500 meter dari permukaan laut tersebut.

“Untuk teknis pengolahannya dilakukan oleh PTPN XII  sehingga tastenya atau citarasanya bisa seragam sesuai dengan standar eksportir maupun pembeli dari luar,” ujarnya.

Menurut Khubbul, meskipun petani kopi rakyat sudah dibina oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember, namun petani masih belum memiliki sarana pengolahan yang standar sehingga tahapan-tahapan pengolahan kopi  mulai dari fermentasi, pencucian sampai penjemuran belum standar.

“Misalnya, fermentasi harus 36 jam dalam kondisi di bak tertutup suhunya harus mencapai 25 derajat. Dalam realisasinya petani tidak punya bak kemudian pencuciannya juga tidak menggunakan alat, sehingga pencucian dan fermentasi yang dilakukan itu berdampak pada citarasa kasar, tidak sesuai dengan standar yang diinginkan,” terangnya.

PTPN XII bersedia membeli kopi gelondongan milik petani dengan harga Rp8.500 perkilogram. Khubbul mengaku, harga tersebut memang jauh dari harga tengkulak yang berani membeli kopi rakyat hingga Rp11 ribu perkilogram. Hal inilah yang membuat petani tidak menjual seluruhnya kepada PTPN XII.

“Kopi cukup menarik di pasar, sehingga banyak pemain baru di luar yang berupaya untuk mendapatkan produksi kopi petani sehingga dari sisi harga dinaikka. Sementara kita dibatasi, ada aturan standar pembelian kopi petani maksimal Rp8500 perkilogram kopi gelondong,” katanya.

PTPN XII memiliki 2.053 hektar lahan kopi Arabika. Satu hektare produktivitasnya mencapai seribu kilogram dalam bentuk green bean atau kopi pasar. Kopi tersebut diekspor ke beberapa negara diantaranya, Amerika, Jepang, Belanda, Jerman dan Singapura.

Tahun depan, PTPN XII mentargetkan luasan area kopi Arabika mencapai 2.258 hektare, selain membuka lahan baru seluas 122 hektar juga mengkonversikan tanaman tua sehingga pohon kopi akan kembali memproduksi kopi layaknya tanaman muda.

“Tahun ini kebun Blawan mampu menghasilkan 500 ton, jumlah ini naik dibandingkan tahun lalu yang hanya 443 ton. Naiknya produktivitas kopi dipengaruhi oleh cuaca dan karekteristik kopi,” pungkasnya.

 

Sumber : rri.co.id (djk)

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter