Hasil Produksi Cokelat PTPN XII Tembus Pasar Asia Hingga Eropa

INDUSTRY.co.id - Banyuwangi - Hasil produksi Kakao atau Cokelat PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII diklaim menjadi produksi cokelat kualitas terbaik dunia.

Hasil Produksi perkebunan yang terletak di Kendeng Lembu, Kecamatan Glenmore ini bahkan telah merambah ke sejumlah negara besar di Asia diantaranya Singapura, Malaysia dan Jepang. Sedangkan di Eropa, produksi kakao PTPN XII juga telah merambah Italia, Belanda, Perancis hingga Amerika.

Ada dua jenis cokelat yang menjadi andalan milik perkebunan ini, yakni cokelat edel dan bulk.

"90 persen produk kita merupakan kualitas ekspor. Setahun produksi kita untuk cokelat biji jenis edel mencapai 120 ton, kalau cokelat biasa mencapai 850 ton," ungkap Manager Perkebunan Kendeng Lembu, PTPN XII, Kecamatan Glenmore, Titon Tantular, Kamis (28/9/2017).

Titon menyebutkan, saat ini luas area perkebunan yang menjadi lahan produksi cokelat ini mencapai 1500 hektar. Rinciannya, 1200 hektar untuk cokelat jenis bulk dan sisanya 200 hektar untuk produksi cokelat edel.

"Khusus untuk edel ini kedepan akan terus kita kembangkan. Karena cokelat ini adalah produk unggulan kita, yang memiliki kualitas terbaik di dunia," ungkapnya.

Demi menggaungkan daerah ini sebagai penghasil cokelat terbaik, kini Perkebunan Kendeng Lembu melakukan sejumlah terobosan. Salah satunya dengan membuka sebuah dusun bernama Dusun Kakao.

Di lokasi tersebut, selain menjadi tempat pengolahan cokelat juga ditujukan sebagai arena edukasi. Warga bisa mendapat pengetahuan tentang cokelat, mulai dari proses pembibitan, tanam, panen hingga pengolahan biji menjadi cokelat siap saji.

"Di sini kita bangun tempat edukasi bagi warga atau siswa untuk mengenalkan kalau di tempat ini ada produksi cokelat terbaik di dunia," terangnya.

Selain di ekspor, saat ini Perkebunan Kendeng Lembu juga telah memulai untuk melakukan proses produksi cokelat sendiri. Salah satunya diolah menjadi permen dan serbuk cokelat.  

"Kita masih dalam tahap percobaan, sehingga belum ada kita urus ijin PRT nya, juga belum bisa untuk pemasaran," pungkasnya.

 

Sumber : industry.co.id (djk)

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter