Rayakan Hari Kopi, Kemenperin terus Tingkatkan Ekspor Kopi Nasional

Industri pengolahan kopi menunjukkan kontribusi yang semakin meningkat bagi ekspor Indonesia. Pada tahun 2016, sektor ini mencatat angka ekspor USD 427,89 juta, atau meningkat sekitar 19% dari tahun 2015. “Neraca perdagangan produk kopi olahan kita surplus USD 349,18 juta. Ekspor produk kopi olahan didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi yang tersebar ke negara tujuan ekspor utama yaitu ASEAN, RRT, dan Uni Emirat Arab.” jelas Dirjen Industri Kecil Menengah Gati Wibawaningsih pada acara puncak Perayaan Hari Kopi Internasional, Minggu (1/10).

Kementerian Perindustrian kembali menggelar perayaan Hari Kopi Internasional. Perayaan di tahun ke-3 ini diselenggarakan di Provinsi Lampung, salah satu daerah penghasil kopi robusta di Indonesia. Acara yang diselenggarakan dari tanggal 29 September–1 Oktober 2017 ini ditujukan untuk meningkatkan kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri dan mendorong ekspor.

Turut hadir menyaksikan pada kesempatan tersebut, Perwakilan berbagai Kementerian, para duta besar negara sahabat, Perwakilan 17 Provinsi Penghasil Kopi, Asosiasi Kopi, Petani Kopi, serta Dinas dan Lembaga. Bertemakan “Kopi Indonesia untuk Kesejahteraan Masyarakat”, acara ini dirancang untuk semakin memperkuat budaya minum kopi yang sudah mengakar sejak lama bagi masyarakat Indonesia. Perayaan hari kopi intrnasional juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi untuk peningkatan konsumsi kopi di dalam negeri

Potensi Pengembangan industri kopi olahan dan kopi spesial di dalam negeri masih sangat baik, mengingat konsumsi kopi masyarakat Indonesia rata-rata masih sebesar 1,1 kg perkapita/tahun. Jumlah itu jauh dibawah negara-negara pengimpor kopi seperti USA 4,3 kg, Jepang 3,4 kg, Austria 7,6 kg, Belgia 8,0 kg, Norwegia 10,6 Kg dan Finlandia 11,4 Kg perkapita/tahun.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Industri Agro Panggah Susanto memaparkan, kebijakan pengembangan industri pengolahan kopi ditujukan untuk terus mengembangkan potensi pasar di dalam negeri. Beberapa program yang dikembangkan yaitu; Peningkatan kapasitas sumber daya manusia seperti barista, roaster, penguji cita rasa (cupper), peningkatan nilai tambah biji kopi di dalam negeri, dan peningkatan mutu kopi olahan terutama kopi sangrai (roasted bean) melalui penguasaan teknologi roasting. “Diharapkan di masa depan, Indonesia menjadi eksportir utama roasted bean di Asia dan dunia,” tutur Panggah

Indonesia adalah negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia dengan produksi rata-rata sebesar 639 ribu ton per tahun atau sekitar 8 % dari produksi kopi dunia. Komposisi produksi kopi Indonesia adalah 72,84% kopi jenis robusta dan 27,16% kopi jenis arabika. “Kami optimistis bahwa pertumbuhan kelas menengah dan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia juga akan meningkatkan kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri secara signifikan,” paparnya.

Perayaan Hari Kopi Internasional merupakan kolaborasi antara Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pertanian, Badan Ekonomi Kreatif, dan Pemerintah Provinsi Lampung. Kementerian Perindustrian juga mengundang beberapa organisasi kopi untuk bertandang dalam acara tersebut. Seperti, Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI), Asosiasi Ekportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), dan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI).
Beragam acara ditampilkan mulai dari Workshop dan Pameran, Tur ke Perkebunan Kopi PT Nestle, Pertemuan Master Trainer, Pemilihan Duta Kopi, hingga acara minum kopi bersama. Kejuaraan Barista tingkat Nasional untuk kategori cup taste, manual brewing dan latte art juga digelar untuk mengapresiasi kemahiran para pecinta kopi.
Selain dirayakan di Provinsi Lampung, perayaan Hari Kopi Internasional juga diadakan di tiga kota yaitu Batam, Pinrang, Badung dan Jakarta. Khusus di Jakarta, acara akan digelar dalam kegiatan Car Free Day. Di sana akan ada gerai kopi yang menawarkan petualangan mencicipi berbagai macam jenis kopi, sekaligus informasi kepada para pengunjung untuk akses permodalan kedai kopi. “Perhatian dan dukungan seluruh pihak terkait kami harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh pelaku rantai nilai perkopian Indonesia mulai dari petani, industri sampai penyedia jasa retail kopi dan konsumen,” tutup Gati.

 

Sumber : maritim.go.id (djk)

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter