Data Ekonomi China di Bawah Ekspektasi, Harga Karet Melemah

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (31/10/2017), seiring dengan data ekonomi China yang kurang memuaskan.

Harga karet untuk pengiriman April 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), terpantau melemah 1,53% atau 3 poin ke level 192,60 yen per kilogram (kg) pada pukul 10.35 WIB.

Sebelumnya, harga karet dibuka stagnan pada level 195,60 yen per kg setelah pada perdagangan Senin (30/10) berakhir anjlok 2,44% atau 4,90 poin di level 195,60.

“Data China yang bearish dan penguatan yen Jepang menekan harga karet,” ungkap Kazuhiko Saito, analis Fujitomi, seperti dikutip Bloomberg.

Berdasarkan data pemerintah China, indeks manajer pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) sektor manufaktur turun ke level 51,6 pada bulan Oktober. Angka ini lebih rendah dari survey Bloomberg yang mencapai 52 dan posisi September di 52,4.

Sementara itu, angka PMI sektor non-manufaktur mencapai 54,3, lebih rendah dari posisi bulan sebelumnya yang mencapai 55,4.

"Pengawasan lingkungan yang lebih ketat telah mempengaruhi PMI pada bulan Oktober," kata Gao Yuwei, peneliti Bank of China Ltd. Institute of International Finance.

"Namun, laba industri yang kuat bulan lalu mengindikasikan bahwa manufaktur berjalan dengan baik. Seiring musim dingin mendekat, pabrik di utara mungkin harus mengurangi produksi karena pembatasan polusi, namun efeknya tidak akan begitu serius karena kontribusi keseluruhan manufaktur terhadap pertumbuhan PDB telah menurun, " lanjutnya.

Turut menekan harga karet, nilai tukar yen Jepang terpantau menguat 0,02% atau 0,02 poin ke level 113,16 yen per dolar AS pada pukul 11.07 WIB.

 

Pergerakan Harga Karet Kontrak April 2018 di TOCOM

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

31/10/2017

(10.35 WIB)

192,60

-1,53%

30/10/2017

195,60

-2,44%

27/10/2017

200,50

-0,89%

Sumber: Bloomberg (djk)

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter