Menangkap Peluang dari Manisnya Bisnis Kopi

 

Jakarta - Perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia dan pertumbuhan kelas menengah mendorong industri berbahan dasar kopi di dalam negeri terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Kementerian Perindustrian mencatat, hingga tahun 2016, pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% per tahun.

Manisnya bisnis kopi tanah air juga berhasil merambah pasar ekspor. Pada 2015, ekspor kopi olahan tercatat US$ 356,79 juta alias meningkat 8% dibanding tahun sebelumnya.

Ekspor produk kopi olahan didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi yang tersebar ke negara tujuan ekspor seperti Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura, RRC, dan Uni Emirat Arab.

Melihat data tersebut, wajar saja bila saat ini makin mudah menemukan kedai kopi di Indonesia.

Kemunculannya, bak jamur di musim hujan, kedai atau kafe kopi banyak bermunculan di beberapa daerah daerah di Indonesia.

Jangan bayangkan, warung kopi pinggir jalan yang hanya menyajikan kopi sachet cepat saji. Tapi kedai kopi yang menyajikan kopi dari biji-biji kopi istimewa Indonesia yang dulu tak banyak dijamah.

Berbincang dengan detikFinance sekitar pertengahan tahun 2017, Owner Kiwari Coffee Bandung, Irfan Rahadian Sudiyana bercerita soal manisnya berbisnis di sektor ini.

"Harga biji kopi Arabica kalau beli langsung petani di Jawa Barat saja saat ini pasarannya Rp 80.000/kg. Itu harga untuk green bean (biji masih hijau), kamudian kalau sudah di-roasted (panggang) harga biji kopi untuk jadi bubuk kopi bisa Rp 250.000-300.000/kg," tutur Irfan kala itu.

Sumber : www.detik.com

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter