Serobot 20 Hektare Tanah PTPN XII, Kades Tegalrejo Dituntut 2 Tahun

JawaPos.com- Kepala Desa Tegalrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang Ari Ismanto dituntut dua tahun penjara, Senin (29/10). Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai, Ari terbukti menyerobot dan menduduki tanah secara ilegal, milik PTPN XII perkebunan Pancursari seluas 20 hektare.

Sidang yang berlangsung di Ruang Garuda Pengadilan Negeri (PN) Malang itu tidak berlangsung lama. Setidaknya hanya sekitar 10 menit saja. Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Halikim Wiwin Arodawanti SH MH dengan didampingi hakim anggota IGNA Aryanta EW dan Ari Qurniawan SH MH. 

"Sidang agenda tuntutan. Kuasa hukum terdakwa tidak hadir, karena ada sidang di pengadilan agama," ujar JPU Ari Kuswadi, kepada JawaPos.com usai sidang.

Dia menambahkan, kemungkinan sidang vonis baru dilaksanakan dua pekan mendatang. ”Minggu depan masih pembelaan terdakwa,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Manager PTPN XII Perkebunan Pancursari Fahriza Kurniawan menjelaskan, Ari sudah divonis pada perkara lain. Sebelumnya, sang Kades divonis 3,5 tahun penjara karena menyerobot lahan seluas 107 hektare.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan yang berlangsung hari ini berdasar pengajuan dengan laporan polisi (LP) berbeda dengan kasus sebelumnya. Fahriza menambahkan, Ari dilaporkan ke polisi dengan nomor LP 1092/IX/2017/Polda Jatim. Ari dituding melanggar UU Perkebunan nomor 39 tahun 2014. "Diduga soal penyerobotan lahan di tempat lain. Masih di satu afdeling yang ada di Perkebunan Pancursari PTPN XII. Namun dengan petak yang berbeda," terang Fahriza.

Sementara Kuasa Hukum terdakwa Agus Syafii baru datang ke PN Malang sekitar satu jam setelah sidang kliennya berakhir. Dia menegaskan bahwa pihaknya akan  mengajukan pledoi. "Tetap kami ajukan pledoi. Putusan tadi seperti apa saya tidak tahu, karena tadi nggak hadir," tegasnya singkat.

Source:

https://www.jawapos.com/jpg-today/29/10/2018/serobot-20-hektare-tanah-ptpn-xii-kades-tegalrejo-dituntut-2-tahun

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter