Jember Heritage Trip and Concert, Menikmati Wisata Perkebunan Heritage dan Konser Musik Klasik

Teras rumah dinas manajer Kebun Glantangan PTPN XII di Kecamatan Tempurejo, Jember mendadak menjadi panggung konser musik di acara 'Jember Heritage Trip & Concert 2019' pada Minggu (3/3/2019).

 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Teras rumah dinas manajer Kebun Glantangan PTPN XII di Kecamatan Tempurejo, Jember mendadak menjadi panggung konser musik, Minggu (3/3/2019).

D'Tumis Old Band menyajikan sejumlah lagu-lagu hits di era tahun 80an.

Ada beberapa di pelataran rumah yang dibangun tahun 1905 itu ikut menyumbangkan lagu. Sementara, beberapa orang perempuan terlihat menari seiring lagu dinyanyikan.

Sementara lebih banyak orang yang memilih menikmati suasana di sekitar rumah dinas itu, sambil makan siang. Suasana ceria nan santai menguar dari pelataran perkebunan tersebut.

Begitulah suasana 'Jember Heritage Trip & Concert 2019' yang digelar di rumah dinas tersebut. Rumah dinas itu menjadi rute terakhir 'Jember Heritage Trip & Concert' hari itu.

Sebanyak 175 orang wisatawan mengikuti wisata perjalanan menikmati kekayaan heritage perkebunan dan musik itu.

'Jember Heritage Trip & Concert' memang menyajikan perpaduan wisata heritage dan musik. Wisatawan diajak berkeliling ke sejumlah perkebunan yang dikelola PTPN XII di Jember.

Wisatawan memulai perjalanan dari Rollas Cafe yang berada di kawasan Kota Jember sebagai titik kumpul.

Perjalanan wisata yang ditangani oleh Tamasya Bus Kota (TBK) itu memakai transportasi bus untuk menuju kebun.

Kebun pertama yang dituju adalah Kebun Mumbul di Kecamatan Mumbulsari.

"Di Kebun Mumbul, wisatawan kami ajak menikmati kuliner jaman dulu, kuliner khas perkebunan setempat ada singkong korek, ada klepon ubi ungi, juga latok," ujar Hasti Utami, Founder Tamasya Bus Kota.

Dari Kebun Mumbul, wisatawan diajak ke pabrik pengolahan karet di Kebun Glantangan PTPN XII yang berada di Kecamatan Tempurejo.

Kecamatan Mumbulsari dan Tempurejo bertetangga, sehingga perjalanan wisata kebun ini bisa dilakukan dalam satu kali perjalanan.

Wisatawan disuguhi wisata edukasi pengolahan karet.

Pabrik itu sendiri merupakan salah satu bangunan heritage. Pabrik dibangun di tahun 1919.

Sebagian besar bangunan pabrik masih bangunan lawas, yakni dinding utamanya bermaterial lembaran kayu tebal.

Di tempat itu, wisatawan diajak melihat proses pengolahan karet dari masih dalam bentuk getah karet sampai menjadi lembaran lateks yang sudah disortasi dan siap dijual.

Dari pabrik pengolahan karet, wisatawan menuju rumah dinas manajer Kebun Glantangan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pabrik pengolahan karet. Di tempat itulah, lokasi konser musik.

"Kami memang memadukan wisata heritage perkebunan dan musik. Acara ini didukung oleh D'Tumis Old Band yang melakukan konser di sini, lalu ada ikatan alumni SMAN 1 Jember, juga PTPN XII," ucap Hasti.

"Acara ini sekaligus untuk melestarikan kekayaan heritage di Jember untuk Indonesia. Karena ternyata banyak bangunan peninggalan jaman Belanda yang masih terjaga baik, dan tetap digunakan sampai sekarang," lanjut Hasti.

Meski baru kali pertama digelar, lanjut Hasti, animo masyarakat untuk mengikuti perjalanan wisata heritage itu tinggi.

Rencananya perjalanan wisata heritage dan konser musik itu akan digelar setahun sekali. Tetapi rute perjalanan wisata heritage perkebunan akan secara rutin digelar oleh TBK.

 

Source:

http://jatim.tribunnews.com/2019/03/04/jember-heritage-trip-and-concert-menikmati-wisata-perkebunan-heritage-dan-konser-musik-klasik

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter