Kawasan Perkebunan Rawan Infiltrasi Caleg

Category: Berita Written by Vety Veronica Hits: 222

 

Jember (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu Jawa Timur mewaspadai pelanggaran pemilu di kawasan perkebunan. Sejumlah daerah di Jatim memiliki kawasan perkebunan yang luas, salah satunya di Kabupaten Jember.

“Kawasan perkebunan menjadi salah satu kawasan konsentrasi pemilih yang biasanya menjadi sasaran peserta pemilu. Yang dilakukan Bawaslu pertama adalah memastikan seluruh warga kebun masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) berbasis KTP elektronik,” kata Komisioner Divisi Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jatim, Nur Elya Anggraini, Rabu (13/3/2019).

Warga kebun akan mencoblos di tempat pemungutan suara domisili asal sesuai KTP. “Kecuali yang bersangkutan mengurus pindah pilih. Tidak ada TPS khusus di kawasan perkebunan, sehingga mobilisasi pergerakan orang akan sedikit terkurangi. Ini berbeda jika ada TPS khusus di kawasan perkebunan yang membutuhkan pengawasan lebih spesifik,” kata Nur Elya.

Nur Elya mengingatkan kepada perusahaan-perusahaan perkebunan yang berstatus badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik daerah (BUMD) agar menjaga netralitas. Pegawai BUMN dan BUMD tidak boleh terlibat aktivitas politik praktis, termasuk menjadi saksi salah satu calon legislatif atau peserta pemilu lainnya. “Tidak ada klasifikasi apakah pegawai tetap atau tidak,” katanya.

BUMN perkebunan juga tidak boleh mengizinkan salah satu gudang menjadi tempat kampanye, karena termasuk fasilitas negara. Calon legislatior boleh saja berkunjung, selama tidak ada aktivitas kampanye. “Misalkan ada anggota DPR yang datang ke sana dan tidak berkampanye, tidak apa-apa. Tapi kalau datang dengan membawa mobil branding dan menyebar stiker atau membawa spanduk, atau memperkenalkan diri sebagai caleg, tidak boleh,” kata Nur Elya.

Inflitrasi calon legislator ke kebun terendus wartawan baru-baru ini. Beritajatim.com memperoleh informasi adanya pekerja kebun PT Perkebunan Nusantara XII yang diminta membantu salah satu calon legislator DPR RI. “Diminta caleg jadi saksi saja, saat 17 April,” kata pekerja tersebut saat dihubungi via ponsel.

Sekretaris Perusahaan PTPN XII Ardi Iriantono mengaku belum mendengar informasi tersebut. “Tidak ada informasi seperti itu,” katanya.

Ardi menegaskan netralitas PTPN XII. “Tidak ada kecenderungan ke mana-mana. Pegawai tidak diperbolehkan terlibat. Pokoknya kalau terkait perusahaan, mengatasnamakan perusahaan, tetap tidak boleh walau karyawan lepas,” katanya. [wir/ted]

 

Source:

https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/kawasan-perkebunan-rawan-infiltrasi-caleg/

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter