Harga Kopi Arabica ICE Naik Terdukung Pelemahan Dollar AS dan Persediaan

15 September 2016

Harga kopi arabica berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York pada penutupan perdagangan Kamis dini hari (15/09) berakhir naik. Kenaikan harga kopi arabica terdukung pelemahan mata uang Dollar AS dan penurunan persediaan.

Harapan Federal Reserve AS akan menaikkan suku pada pertemuan kebijakan minggu depan ini telah surut, menempatkan tekanan pada mata uang AS, sehingga indeks dollar AS semalam turun 0,23 persen terhadap sekeranjang mata uang.

Pelemahan dollar AS membuat harga kopi arabica yang dijual dalam mata uang dollar AS menjadi lebih murah, sehingga permintaannya meningkat.

Kenaikan harga kopi arabica juga terdukung menurunnya persediaan kopi arabica.

“Harga terus mencari dukungan dari persediaan yang lebih rendah,” kata Societe Generale dalam sebuah laporan.

Harga kopi arabika berjangka untuk kontrak paling aktif bulan Desember 2016 ditutup naik pada posisi 1,4890 dollar, naik sebesar 0,50 sen atau setara dengan 0,34 persen.

Malam nanti akan dirilis data Retail Sales dan Produksi Industri Agustus yang diindikasikan melemah. Jika terealisir akan melemahkan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York pada perdagangan selanjutnya berpotensi naik dengan potensi pelemahan dollar AS setelah memudarnya kenaikan suku bunga AS. Harga kopi arabika berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level Resistance di posisi 1,5200 dollar dan 1,5500 dollar. Sedangkan level Support yang akan dihadapi jika terjadi penurunan harga ada pada posisi 1,4600 dollar dan 1,4300 dollar.

 

Sumber : vibiznews.com (djk)

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter