BONDOWOSO – Banyak lokasi wisata di Jawa Timur yang mampu menarik wisatawan mancanegara. Salah satunya Kawah Wurung di Dusun Curah Macan, Kalianyar, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso. Pemkab Bondowoso kini berupaya membenahi kawasan yang terkenal dengan keindahan alamnya itu.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, dan Perhubungan Kabupaten Bondowoso Sigit Purnomo kini sedang mengembangkan potensi wisata tersebut. Dia menyebutkan, beberapa program sudah dipersiapkan, yakni perbaikan infrastruktur dan akses menuju destinasi wisata itu. ”Kami ingin Bondowoso menjadi daerah tujuan wisata,” katanya. Pembenahan dilakukan setelah berkoordinasi dengan Perhutani dan instansi lain yang terkait dengan kewenangan Kawah Wurung.

Sigit menjelaskan, naiknya wisatawan di Bondowoso harus mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Karena itu, pihaknya menggandeng warga setempat untuk berpartisipasi mengelola kawasan tersebut.

Sigit mengatakan, Pemkab Bondowoso berkomitmen menjaga kealamian lingkungan wisata itu. Pengembangan wisata ke depan tetap mempertimbangkan perlunya ramah lingkungan. Penggalian potensi wisata tidak boleh justru merusak aspek alami objek tersebut.

Kabupaten Bondowoso memang terus mengenalkan berbagai objek wisata daerah. Potensi yang selama ini sudah muncul akan terus dikembangkan. Dengan demikian, Bondowoso bisa menjadi salah satu tempat yang harus dikunjungi masyarakat domestik maupun luar negeri.

Menjangkau Kawah Wurung tidak terlalu sulit. Bila melalui jalur udara, pengunjung bisa menggunakan dua alternatif. Wisatawan bisa melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya, atau Bandara Notohadinegoro, Jember. Dari bandara tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan armada darat menuju Kabupaten Bondowoso.

Bila melalui Surabaya, waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan darat lebih dari enam jam. Sedangkan dari Kabupaten Jember hanya 45 menit. Itu jarak tempuh untuk sampai di pusat kota.

Sesampai di pusat kota, masih ada perjalanan yang harus ditempuh. Jarak Kawah Wurung dari pusat kota sekitar 60 kilometer. Idealnya, wisatawan memilih tempat penginapan dahulu di pusat kota. Jelajah Kawah Wurung baru dimulai setelah barang bawaan diistirahatkan sejenak di penginapan. Namun, wisatawan yang ingin mengeksplorasi wisata Bondowoso bisa memilih tinggal di kawasan Sempol. Ada penginapan milik PTPN XII di sekitar lokasi tersebut.

Kawah Wurung awalnya diminati penghobi paralayang. Banyak event nasional paralayang yang digelar di tempat itu. Wisatawan bisa mencoba olahraga yang menguji adrenalin tersebut. Namun, harus ada lisensi resmi untuk menikmati olahraga itu.

Untuk mereka yang belum berpengalaman, pengelola memiliki layanan tandem atau pendampingan. Ada sensasi luar biasa saat mencoba paralayang tersebut. Keindahan bukit Kawah Wurung bisa terlihat dari udara. Semakin lama pengunjung Kawah Wurung semakin bertambah. Kini bukan hanya paralayang yang dikembangkan di wilayah tersebut. Ada banyak permainan di Kawah Wurung, salah satunya motor trail.

 

Sumber : JawaPos (djk)