Kadispora Berharap PTPN XII Jadi Bapak Asuh Atlet Paralympic

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jatim, Dr Sugeng, berharap PT Perkebunan Nusantara XII menjadi bapak asuh atlet paralympian yang akan berlaga di Pekan Paralimpic Pelajar Nasional (Peparpenas) VI 8-12 Oktober 2013 di DKI Jakarta.

Ini disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Olahraga Rekreasi, Abdul Haris Ramadhan, yang mewakili Kadispora saat pelepasan Kontingen Peparpenas Jatim di Mes PTPN XII, Jl Embong Tanjung Surabaya, Senin (7/10).

Abdul Haris Ramadhan, menjelaskan, sebelumnya Kontingen Peparpenas menargetkan memperbaiki posisi/klasemen pada lima besar, akan tetapi setelah adanya bapak asuh yaitu PTPN XII maka target berubah yaitu menjadi Tiga Besar. “Syukur-syukur bisa juara umum,” ujar Haris. Peparnas 2012 lalu yang digelar di Riau 2012, Jatim menduduki peringkat 8.

Beberapa upaya sudah dilakukan oleh Dispora Jatim untuk bisa merealisasikan target tersebut. Salah satunya dengan menjaring atlet melalui Peparda yang digelar pada Bulan Mei lalu. Hasilnya Malang dan Trenggalek berhasil meraih juara umum.

Bagi mereka yang berhasil meraih juara kemungkinan mendapat kesempatan untuk bisa meraih prestasi di level nasional karena Dispora akan mengirimkan atlet terbaik di ajang multieven paling bergengsi bagi pelajar berkebutuhan khusus tersebut. Jatim akan mengikuti 4 cabang olahraga (cabor) yakni, cabor renang, bulutangkis, tenis meja, dan renang.

Abdul Haris Ramadhan mengakui sangat berat untuk bisa meraih juara umum di Peparnas, karena lawan yang dihadapi cukup tangguh terutama dari Jateng yang selama ini memiliki pembinaan atlet berkebutuhan khusus sangat baik.

Pada Peparpenas kali ini Jatim mengirimkan 15 atlet dan diharapkan mereka mampu merih prestasi terbaik “Kita berharap atlet tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan mampuh menunjukan hasil yang baik dari latihan yang selama ini dijalani,” katanya.

Sementara Direktur PTPN XII, Drs Irwan Basri MM mengatakan, pihaknya akan terus mensuport dan membantu Kontingen Peparpenas Jatim.

“Banyak perusahaan yang hanya peduli dengan cabor yang berprestasi karena ada unsur bisnisnya, akan tetapi mereka kurang peduli dengan atlet-atlet paralympian,” katanya.

Mengenai untuk menjadi bapak asuh untuk atlet paralympian pihaknya akan membicarakan lebih serius setelah ada pertemuan dengan Kadispora Jatim. (her)

sumber: http://kominfo.jatimprov.go.id

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter