Rollas Cafe Bertahan di Tengah Pandemi berkat Terapkan Konsep Dua Layanan ini

 332 total views,  2 views today

ening Indra L (kanan) Kepala Divisi Pemasaran dan Distribusi PT Rolas Nusantara Mandiri, bersama Rusdi Purwanto, coffe roaster saat melakukan roasting dengan alat yang ada di Rollas Cafe kawasan Indrapura, Senin (8/2/2021).  

SURABAYA – Pandemi covid 19 yang berkepanjangan membuat beberapa cabang Rollas Cafe di Kota Surabaya berhenti operasional.

Alhasil 2021 ini, hanya ada satu Rollas Cafe yang bertahan dengan memanfaatkan tempat dan lokasi milik sendiri.

Untuk bertahan ditengah pandemi yang belum tahu kapan berakhirnya, Cafe yang dikelola PT Rolas Nusantara Mandiri, anak usaha dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII (Persero) tersebut, mulai memanfaatkan layanan roasting dan lab coffe and tea.

Hening Indra L, Kepala Divisi Pemasaran dan Distribusi PT Rolas Nusantara Mandiri, mengatakan, Rollas Cafe di Kota Surabaya saat ini tinggal satu di kawasan Jalan Indrapura.

“Sementara Rollas Cafe yang ada di mal CITO (City of Tomorrow) berhenti operasional di Mei 2020, kemudian Rollas Cafe di Raya Kertajaya juga berhenti operasional di Desember 2020,” jelas Indra, Senin (8/2/2021).

Selain tersisa satu di kawasan Jalan Indrapura, satu Rollas Cafe masih operasional di Jember.

Meski kontribusi Cafe sangat kecil, dibandingkan dengan penjualan produk kopi, teh dan cokelat yang diproduksi oleh induk perusahaan, PT Rolas Nusantara Mandiri, tetap mencoba mempertahankan operasional cafe di dua tempat tersisa.

Strategi yang digunakan adalah dengan memaksimalkan mesin roasting yang bisa melayani konsumen luar.

Mesin roasting berkapasitas 3 kilogram tersebut, berada di area Rollas Cafe di kawasan Indrapura, sekaligus menjadi satu tempat untuk penjualan aneka kopi dan teh produk PTPN XII.

“Layanan roasting ini sebenarnya sudah sejak pertengahan tahun 2020 lalu, tapi di tahun 2021 ini kami kenalkan kembali untuk masyarakat umum yang beli kopi green bean disini atau bisa bawa sendiri untuk diroasting secara modern dengan alat kami,” jelas Indra.

Di ruang roasting dengan mesin tersebut, Rusdi Purwanto, coffe roaster sekaligus penilai kopi atau cupping, terlihat sibuk menjalankan tugasnya.

“Roasting dengan mesin ada beberapa pilihan. Dan konsumen yang kesini, bisa membawa contoh sendiri untuk tingkat kematangan, atau kami perlihatkan contoh yang ada di kami untuk mereka pilih. Mau yang masih terlihat hijau atau yang paling matang (hitam),” jelas Wanto, sapaan akrabnya.

Untuk biaya jasa roasting biji kopi, diharga Rp 20.000 per kg.

Selain mesin roasting, di Rollas Cafe ini juga disediakan lab cupping untuk kopi dan teh.

Mereka membuka kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal kopi dengan mencium aromanya setelah menjadi kopi seduhan dengan teknik khusus.

Indra menambahkan, selain di Rollas Cafe di Surabaya, layanan ini juga ada di Rollas Cafe Jember.

Sumber: https://surabaya.tribunnews.com/2021/02/08/rollas-cafe-bertahan-di-tengah-pandemi-berkat-terapkan-konsep-dua-layanan-ini?page=all