Bertahan saat pandemi, ini yang dilakukan RN Tambang

 652 total views,  5 views today

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 telah menyebabkan hampir seluruh sektor ekonomi mengalami keterpurukan, termasuk di sektor tambang andesit yang dikelola PT Rolas Nusantara Tambang atau RN Tambang.

Manajer Keuangan dan Umum PT Rolas Nusantara Tambang, Aryo Sesotya Gumilang mengungkapkan bahwa tambang Andesit milik anak usaha PT Perkebunan Nusantara XII atau PTPN XII yang berlokasi di Desa Ngembal Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan tersebut telah mengalami penurunan kinerja sepanjang pandemi Covid-19.

“Dibanding sebelum Covid, terjadi penurunan sebesar 20 persen. Kalau misalkan sebelum Covid-19 kami berhasil menjual sekitar 20 truk per hari dengan volume 18 kubik per truk, maka sepanjang pandemi susut menjadi 10 truk hingga 15 truk per hari,” ujar Aryo Sesotya Gumilang saat ditemui di Rollas Cafe Surabaya, Rabu (10/2/2021).

Penurunan tersebut dipicu akibat berhentinya berbagai proyek pembangunan sehingga permintaan batu andesit turun drastis. Agar kinerja membaik dan tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawannya, maka RN Tambang melakukan berbagai langkah strategis guna menaikkan penjualan.

“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita bisa survive dan tidak melakukan PHK. Salah satu strategi yang kami lakukan adalah dengan memperkuat sinergi BUMN. Kami telah menjalin kerjasama dengan BUMN dengan kontrak kerja jangka panjang atau longterm, yaitu dengan PT Varia Usaha Beton,” tambahnya.

PT Varia Usaha Beton adalah salah satu anak usaha Semen Indonesia yang bergerak di bidang produksi dan penjualan beton. Varian Usaha Beton telah bekerjasama dengan RN Tambang sejak 2019/2020. Saat ini, permintaan batu andesit dari Varian Usaha Beton naik menjadi 5 truk per hari.

“Selain itu kami juga melakukan penandatangan kontrak long time dengan beberapa perusahaan swasta besar. Hal ini kami lakukan karena ada kepastian penjualan guna menjaga agar cashflow perusahaan tetap bagus,” ungkap Aryo.

Saat ini, ada dua perusahaan swasta besar yang telah bekerjasama dengan RN Tambang, yaitu PT Merak Jaya Grup dan PT Batu Mulia. Kedua perusaahaan ini melakukan penandatanganan kerjasama suplai batu andesit hingga 5 tahun ke depan. Saat ini, penjualan dari kerjasama long term ini mencapai 80 persen, naik dibanding sebelumnya yang hanya 50 persen.

“Meskipun pada tahun 2021 ini tidak lebih bagus dibanding sebelum pandemi Covid, tetapi minimal Cashflow kami bisa bagus sehingga bisa membayar karyawan dan tidak melakukan PHK. Karena di masa pandemi ini sangat rentan terjadi pemutusan. Terlebih karyawan yang kami pekerjakan disini sebagian besar adalah masyarakat sekitar,” tambahnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa keberadaan RN Tambang ini telah memberikan dampak positif pada masyarakat sekitar tambang. Jika sebelumnya tingkat kriminalitas di Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan sangat tinggi, dengan kehadiran RN Tambang ini menjadi turun.

“Karena mereka kami rangkul. Mereka kami pekerjaan dan mereka sangat senang karena merasa dihargai keberadaannya. Makanya kami berupaya mempertahankan jangan sampai melakukan PHK,” katanya.

Dia memaparkan saat ini RNT memiliki lahan konsesi untuk galian tambang batu andesit di kawasan Bromo – Tengger Pasuruan seluas 20 ha. Hingga kini dari luasan tersebut baru tergarap sekitar 8 ha. Diperkirakan, lahan tersebut akan bisa dieksploitasi hingga sekitar 15 – 20 tahun lagi sesuai kaidah penambangan yang benar.

Dia menjelaskan, awal mula dididirkan perusahaan tambang batu andesit di PTPN XII adalah untuk optimalisasi lahan. Lahan ini awalnya hanya bisa ditanami pohon randu sehingga tidak bisa ditanami komoditas lain yang lebih bernilai ekonomis. Anak usaha bidang tambang batu ini pun telah berkontribusi sekitar 10 persen terhadap pendapatan PTPN XII. 

Sumber: https://kabarbisnis.com/read/28104753/bertahan-saat-pandemi-ini-yang-dilakukan-rn-tambang