Pupuk Indonesia Gandeng PTPN Group Wujudkan Program Makmur

 17,499 total views,  2 views today

Penandatangan nota kesepahaman antara PT Pupuk Indonesia Grup PT Perkebunan Nusantara Grup, di Surabaya, Sabtu, 19 Maret 2022.
Penandatangan nota kesepahaman antara PT Pupuk Indonesia Grup PT Perkebunan Nusantara Grup, di Surabaya, Sabtu, 19 Maret 2022. (Foto: Beritasatu Photo/Amrozi Amenan)

Surabaya, Beritasatu.com – PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya PT Petrokimia Gresik (PKG) dan PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) bersinergi dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Grup untuk menerapkan Program Makmur bagi petani tebu.

Kolaborasi ini tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh PKG dan PKC dengan PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XII, dan PTPN XIV, di Surabaya, Jumat (18/3/2022).BACA JUGA

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal menyatakan, sinergisitas ini merupakan bentuk dukungan perusahaan BUMN terhadap program ketahanan pangan pemerintah. Setiap perusahaan sepakat untuk memberikan pendampingan dalam budidaya tanaman kepada petani tebu melalui skema kemitraan Program Makmur.

“Program Makmur ini bertujuan untuk menciptakan suatu ekosistem yang berkelanjutan dan terintegrasi, dengan melibatkan berbagai stakeholder di bidang usaha pertanian,” kata Gusrizal dalam keterangannya, Sabtu (19/3/2022).

Lebih lanjut, Gusrizal menyebutkan, Menteri BUMN Erick Thohir juga turut mendukung dengan membentuk Project Management Office (PMO) Makmur, dengan komoditas utama padi, jagung, tebu, dan kopi.

“Untuk itu, Pupuk Indonesia meminta kepada seluruh anak perusahaan dan perusahaan afiliasinya untuk ikut membantu perluasan program Makmur tersebut,” kata Gusrizal.

Adapun target perluasan program Makmur pada 2022 adalah seluas 250.000 hektare. Hingga Februari 2022, program ini telah terlaksana pada lahan pertanian seluas 60.000 hektare dan melibatkan 23.000 lebih petani. Mereka menanam berbagai komoditas seperti padi, jagung, sawit, tebu, hortikultura, dan sebagainya.

Mengingat program Makmur menggunakan pupuk komersil, Gusrizal menegaskan, komitmen Pupuk Indonesia untuk memberikan harga yang berpihak pada petani. “Melalui program ini, petani akan mendapatkan harga yang lebih murah jika dibandingkan harga pupuk komersil untuk keperluan ekspor, industri, dan ritel,” tegasnya.

Selain itu, kata Gusrizal, Pupuk Indonesia telah menerapkan digitalisasi melalui aplikasi Retail Management System (RMS). Sistem ini akan mempermudah pencatatan dan penelusuran penjualan, sehingga lebih transparan dan akuntabel.

“Oleh karena itu, kami meminta kepada bapak dan ibu untuk juga bisa memberikan harga yang berpihak kepada petani program ini, dan kami juga akan memberikan harga yang lebih baik lagi,” jelasnya.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyebutkan, esensi dari MoU ini adalah kerja sama antara perusahaan BUMN dengan petani tebu. Sebelumnya pada 2021 Petrokimia Gresik telah bekerjasama dengan PTPN X dan PTPN XI dalam program Makmur. Kini, dibawah komando Pupuk Indonesia, PKG akan memperluas jaringan kerjasama dengan anak perusahaan PTPN III holding lainnya yang bergerak di sektor tebu.

“Program Makmur bagi petani tebu menjadi sangat penting karena gula merupakan salah satu komoditas strategis nasional,” ujar Dwi.

Sementara itu, Direktur Utama holding PTPN III, Mohammad Abdul Ghani menyatakan, kolaborasi perusahaan BUMN melalui kemitraan program Makmur dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas petani. Karena dalam ekosistem ini semua sarana produksi yang dibutuhkan akan dapat terpenuhi secara tepat waktu dan dengan harga terjangkau.

“Selain itu tentunya pendampingan budidaya dari Pupuk Indonesia dan PTPN grup diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan produksi nasional, hingga kesejahteraan petani,” ujarnya.

Sumber: https://www.beritasatu.com/ekonomi/904857/pupuk-indonesia-gandeng-ptpn-group-wujudkan-program-makmur/2