PTPN XII Raih Dua Penghargaan Dalam Ajang ASRRAT 2023, Ini Hal yang Dilakukan

 2,610 total views,  1 views today

Perwakilan dari PT Perkebunan Nusantara XII, Adhi Priyo Utomo, Kepala Sub Bagian Komunikasi Perusahaan dan PKBL saat menerima penghargaan ASRRAT 2023 di Hotel Raffles , Jakarta (06/11)

Surabaya – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII meraih dua penghargaan dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2023 yang digelar oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR) di Raffles Hotel Jakarta Ballroom pada Senin, 6 November 2023.

Dua penghargaan yang diperoleh itu yakni bronze rank in the category of with reference to GRI Standards 2021 at the ASRRAT 2023, dan a commendation for first year ASRRAT.

Penghargaan ASRRAT 2023 ini diikuti 68 perusahaan dan organisasi mengusung tema Navigating the Path to Net Zero: Accelerating Climate Action In Asia.

ASRRAT 2023 sendiri merupakan penghargaan yang diberikan oleh NCCR kepada Lembaga atau perusahaan yang berhasil mengkomunikasikan kinerja berkelanjutan melalui penilaian kualitas laporan keberlanjutan yang didasarkan pada Global Reporting Initiative Standard (Standar GRI).

Direktur PTPN XII Siwi Peni mengatakan PTPN XII baru pertama kali mengikuti ajang ASRRAT tersebut.

“Sebenarnya PTPN XII sudah menyusun Sustainability Report (SR) setiap tahunnya, namun baru pertama kali ikut ajang ASRRAT pada tahun 2023 ini,” kata Siwi.

Menurut dia, penghargaan bronze rank yang diperoleh menjadi penyemangat untuk terus memajukan PTPN XII. Ia menilai prestasi tersebut sebagai awal yang baik untuk terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.

Siwi menjelaskan, dalam menyusun SR, PTPN XII menerapkan aspek-aspek yang ada pada standar GRI 2021.

Selain itu, lanjut Siwi, produk yang dihasilkan oleh PTPN XII adalah produk yang ramah lingkungan, serta memenuhi standar sertifikasi dunia misalkan Rainforest Alliance untuk produk kopi dan teh.

Rainforest Alliance bermakna produk atau bahan bersertifikasi diproduksi menggunakan metode yang mendukung tiga pilar keberlanjutan, yaitu sosial, ekonomi dan lingkungan,” papar Siwi.

Sementara itu dalam pidato pembukaannya, Ketua NCCR, Dr. Ali Darwin mengapresiasi para peserta ASRRAT 2023. Proses penilaian ASRRAT 2023 melibatkan panel yang terdiri dari lima orang juri dan tim assessor yang terdiri dari 18 penilai bersertifikat CSRS dari seluruh Indonesia.

Evaluasi yang dilakukan secara cermat dan panduan mendalam sangat penting dalam menegakkan standar Global Reporting Initiative (GRI), sehingga menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam menilai praktik keberlanjutan.

“Dedikasi perusahaan dan organisasi terhadap transparansi dan akuntabilitas serta inisiatifnya untuk mengukur dan memitigasi risiko dampak lingkungan dan sosial sangat menginspirasi. Laporan keberlanjutan telah memberikan wawasan berharga mengenai kemajuan yang telah dicapai dalam mengurangi emisi, melestarikan sumber daya, dan memajukan keadilan sosial. Hal ini juga berfungsi sebagai road map untuk diikuti oleh bisnis dan organisasi lain,” terang Ali Darwin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.